June 17, 2024

10 Wasiat Salaf Untuk Para Pemuda

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

1). Dari Abu Al-Ahwas beliau berkata: Berkata Abu Ishaq ‘Amru As-Sabi’i rahimahullah: Wahai para pemuda, pergunakan sebaik mungkin masa muda kalian. Tidaklah berlalu suatu malam bagiku melainkan aku membaca 1000 ayat. Aku membaca surat Al-Baqarah dalam satu rakaat, aku berpuasa di bulan-bulan haram, tiga hari setiap bulan serta berpuasa Senin Kamis. Kemudian beliau membaca ayat:


وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ

“Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah kamu ceritakan” (QS. Adh-Dhuha: 11). [Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, no. 3947]

2). Dari Hammad bin Zaid beliau berkata: Kami pernah menemui Anas bin Sirin rahimahullah ketika beliau sakit. Dan beliau berkata: “Wahai para pemuda, bertakwalah kepada Allah! Selektiflah kalian dalam mengambil hadis (ilmu agama) karena itu bagian dari agama kalian!” [Diriwayatkan oleh Al-Khatiib dalam Al-Jaami’ li Akhlaaq Ar-Raawi wa Adaab As-Saami’, no. 139]

3). Dari Malik bin Diinar rahimahullah beliau berkata: “Sesungguhnya kebaikan itu ada pada masa muda.” [Idem, no. 673]

4). Dari Zaid bin Abi Az-Zarqaa’ beliau berkata: Pernah Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah keluar dari rumahnya dan kami berada di depan pintu beliau. Lalu beliau berkata: “Wahai para pemuda, bersegeralah dalam menggapai keberkahan ilmu ini, karena kalian tidak tahu apakah kalian nanti akan bisa sampai kepada apa yang kalian impikan. Hendaknya sebagian kalian memberikan faidah (ilmu) kepada yang lainnya.” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitabnya Hilyah Al-Auliya’, 6/370]

5). Dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah beliau berkata: “Wahai para pemuda, wajib bagi kalian untuk mengejar negeri akhirat. Kami banyak melihat orang yang mengejar akhirat dia mendapatkan pula dunianya. Namun kami tidak melihat ada seseorang yang mengejar dunia tapi dia mendapat akhirat bersama dunianya.” [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd, no. 12]

6). Dari Uqbah bin Abi Hakiim beliau berkata: Kami dahulu duduk bersama ‘Aun bin Abdillah lalu beliau berkata kepada kami: “Wahai para pemuda, kami banyak melihat para pemuda meninggal dunia. Apa yang ditunggu lagi ketika telah tiba saat panen?” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dalam kitab Al-‘Umur Wa Asy-Syaib, no. 42]

7). Dari Qabus bin Abi Zhabyan beliau berkata: Pernah kami shalat subuh di belakang Abu Zhabyan dan kami semua masih berusia muda dari satu kampung yang sama kecuali tukang azan dia sudah tua. Ketika Abu Zhabyan selesai mengucapkan salam dia pun menoleh kepada kami seraya bertanya kepada para pemuda: “Siapa engkau? Siapa engkau?” Kemudian beliau berkata: “Tidaklah diutus seorang Nabi melainkan pada saat masih muda. Dan tidaklah ilmu diberikan yang lebih baik daripada ketika masa muda.” [Diriwayatkan oleh Abu Khaitsamah dalam kitab Al-Ilmu, no. 80]

8). Dari Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi beliau berkata: Ayyub As-Sakhtiyaani rahimahullah menemui kami seraya berkata: “Wahai para pemuda, carilah nafkah hingga kalian tidak perlu untuk meminta-minta kepada manusia.” [Kitab Al-Wara’, no. 94]

9). Dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah beliau berkata: “Wahai para pemuda, jauhkan diri kalian dari at-taswiif (menunda kebaikan), (jauhkan dari kata-kata) nanti aku akan berbuat, nanti aku akan lakukan.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dalam kitab Qishar Al-Amal, no. 212]

10). Dari Hafshah binti Siirin rahimahallah beliau berkata: “Wahai para pemuda, pergunakanlah masa muda kalian dengan baik. Sesungguhnya demi Allah, aku tidak melihat saat terbaik untuk beramal (kebaikan) kecuai pada waktu muda.” [Diriwayatkan oleh Al-Marwazi dalam Mukhtashar Qiyam Al-Lail, hal. 49]

[Dinukil dan diterjemahkan dari kitab Min Washaaya As-Salaf Li Asy-Syabaab oleh Syaikh DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم