June 19, 2024

Al-Quran Sebagai Pedoman

Hakikatnya, Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT untuk Umat Islam. Al-Qur’an sendiri berisikan pedoman-pedoman, tata cara, anjuran, dan larangan dalam menjalankan kehidupan beragama sehari-hari. Selain itu, Al-Qur’an juga berisikan kisah-kisah dan sejarah orang-orang terdahulu, agar masyarakat kini bisa belajar dan mengambil hikmah dari semua kejadian. Jadi Al-Qur’an tidak sekadar menjadi aturan yang bersifat hitam-putih, tetapi Al-Qur’an selalu banyak membicarakan kisah-kisah nabi, tokoh, umat-umat terdahulu agar bisa menjadi teladan dan pelajaran bagi umat Islam. Oleh karenanya Al-Qur’an sendiri mengandung nilai pendidikan baik secara tersurat mapun tersirat. Dan kemurniannya itu tidak hanya berlaku untuk orang Islam di abad ke-6 saja, suri tauladan di dalam Al-Qur’an juga masih relevan di generasi kini hingga selanjutnya.

Pada awalnya, Al-Qur’an dihafalkan oleh para Sahabat Nabi. Motivasi mereka menghafal adalah untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, karena jika tidak dihafalkan, ditakutkan Al-Qur’an akan punah dengan sendirinya. Ingatkah kalian akan perang Yamamah? Umat Muslim mengalami kehilangan besar pada perang ini karena menggugurkan 70 orang Hafiz. Maka dari itu, di era kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shidiq, ada sebuah proyek untuk mengumpulkan kembali sisa-sisa siapa saja yang masih memiliki ingatan ayat-ayat Al-Qur’an, baik keseluruhan maupun sepotong.

Sekarang ini, semakin banyak umat Muslim yang mencoba untuk menghafal Al-Qur’an. Tentu tujuan utama mereka bukanlah untuk menjaga kemurnian Al-Quran seperti para Sahabat Nabi lakukan, karena sudah banyak media untuk menyimpan susunan ayat-ayat suci ini, mulai dari bentuk cetak hingga digital. Motivasi mereka kini mulai beragam, mari kita belah menjadi dua jenis, yakni motivasi intrinsik (motivasi dari dalam individu) dan motivasi ekstrinsik (motivasi dari luar individu).

Motivasi intrinsik contohnya adalah memiliki keyakinan diri bahwa jika menjadi seorang Hafiz, maka dia akan mendapatkan beberapa keutamaan dan syafaat, mereka yakin jika menghafalkan Al-Qur’an adalah jalan untuk meraih Ridho Allah SWT dan bisa digunakan untuk menyelamatkan keluarganya di akhirat kelak. Ada juga yang berpendapat bahwa menghafal Al-Qur’an hukumnya adalah Fardhu Kifayah, dan ada kenikmatan tersendiri ketika berhasil menghafalkannya. Sedangkan contoh motivasi ekstrinsik misalnya ada dorongan kuat dari orangtuanya, gurunya, atau ingin menjadi para Hafiz dan Hafizah yang pernah menghiasi layar kaca dalam ajang pencarian bakat yang diadakan oleh stasiun televisi swasta