
Ahad 11 Juli 2026, Merupakan hari yang penuh haru bagi santri baru dan orang tua dimana semenjak lahir sampai tamat Sekolah Dasar anak dan orang tua selalu hidup bersama. Tetapi sekarang datanglah saatnya anak anak ketika anak mondok dan tidak hidup bersama orang tua demi mewujudkan harapan dan tujuan yang mulia
Ketika melepas anak ke pesantren, banyak orang tua merasa kehilangan.
Rumah menjadi lebih sunyi, kebiasaan sehari-hari berubah, dan kerinduan sering kali datang tanpa diundang.
Namun, jika kita melihat teladan para nabi, kita akan menemukan bahwa puncak kerinduan bukanlah air mata, melainkan doa.
Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ketika beliau meninggalkan Ismail dan Bunda Hajar di sebuah lembah yang tandus, jauh dari dirinya, beliau tidak larut dalam kesedihan.
Beliau mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah.
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَقْدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati. Ya Tuhan kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan karuniakanlah kepada mereka rezeki dari buah-buahan agar mereka bersyukur.”
(QS. Ibrahim: 37)
Perhatikan, yang pertama kali dipikirkan Nabi Ibrahim bukan kenyamanan anaknya, tetapi keimanan dan ibadahnya: “agar mereka mendirikan shalat.”
Kata Ibnu Al-Qayyim Al- Jauziyyah,
وَالدُّعَاءُ مِنْ أَقْوَى الْأَسْبَابِ فِي دَفْعِ الْمَكْرُوهِ، وَحُصُولِ الْمَطْلُوبِ
Dan doa adalah termasuk sebab yang paling kuat dalam menolak keburukan (hal yang tidak disukai) dan mendatangkan hal yang dicari (kebaikan).”
Rasulullah juga bersabda: “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Mungkin hari ini orang tua tidak bisa memastikan apakah anak sudah makan, sudah tidur, atau sedang belajar.
Tetapi orang tua selalu bisa memastikan satu hal: Bahwa setiap selesai shalat, nama anak tidak pernah absen dari doa.
Itulah puncak kerinduan seorang ayah dan ibu.
Bukan ketika air mata terus mengalir, tetapi ketika rindu berubah menjadi munajat yang tak pernah putus kepada Allah.
Karena boleh jadi, yang paling menjaga anak di pesantren bukanlah sejauh mana kita bisa mengawasinya, melainkan sejauh mana kita mengiringinya dengan doa.
More Stories
MPLS Hari Pertama di Pondok
LOKA KARYA 2026
Mujahid, Santri Kelas 3 Tasmi’an Mukammal 20 Juz