June 17, 2024

Meniatkan Pahala Waqaf Al-Quran untuk Keluarga


Pertanyaan:

Assalamua’laikum.. afwan izin bertanya kalau kita mau waqaf mushaf/iqra diniatkan untuk orang tua kita yang sudah meninggal apa hukumnya boleh?

Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Dalam hadist yang sohih Nabi sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي والبخاري في الأدب المفرد عن أبي هريرة)

“Jika anak adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara; Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan.” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmizi, An-Nasai, Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad, dari Abu Hurairah)

Sebagian ulama memaknai “sadaqah jariyah” yang ada dalam hadist di atas pada makna “wakaf”, wakaf itu cara pelaksanaannya adalah dengan menahan pokok/fisik harta, namun manfaatnya senantiasa dialirkan dan dimanfaatkan. Jadi asal barangnya tetap ada, inilah rahasia penamaan sedekah jariyah/sedekah yang senantiasa mengalir manfaatnya. Dalam kitab Asna al-Matolib dalam fiqih syafii oleh Syaikhu al-Islam Zakariya al-Anshori disebutkan:

وَالصَّدَقَةُ الْجَارِيَةُ مَحْمُولَةٌ عِنْدَ الْعُلَمَاءِ على الْوَقْفِ كما قَالَهُ الرَّافِعِيُّ

“Makna sedekah jariyah dipahami oleh sebagian ulama sebagai wakaf, ini sebagaimana pendapat al-Imam al-Rafii”. (Asna al-Matolib fi Syarhi Roudhoti al-Tolib juz:2 hal:457).

Dalam masalah wakaf ini syaratnya tidak harus seorang mewakafkannya sendiri untuk dirinya, namun seseorang tetap bisa mengambil manfaat/pahala wakaf walaupun yang mewakafkan adalah pihak yang lain , masih dalam kitab yang sama Asna al-Matolib dikatakan:

الدعاء للميت من وارث وأجنبي ينفع الميت، وكذا ينفعه الوقف والصدقة عنه وبناء المساجد وحفر الآبار ونحوها، كما ينفعه ما فعله من ذلك في حياته. انتهى

“Doa dari ahli waris untuk si mayyit, ataupun doa orang asing untuk si mayyit, keduanya bermanfaat untuknya (si mayyit). Begitupula wakaf dan sedekah, juga membangunkan mesjid, menggalikan sumur dan semisalnya, itu semua bermanfaat untuknya (mayyit), sebagaimana bermanfaat bagi mayyit apa saja yang dia kerjakan dari amalan-amalan sebelumnya ketika dahulu masih hidup”. (Asna al-Matolib fi Syarhi Roudhoti al-Tolib juz:3 hal:60).

Dari keterangan singkat yang kami bawakan di atas, maka perbuatan Anda mewakafkan al-Quran atau Iqra atas nama orang tua Anda yang sudah wafat merupakan sesuatu yang dibenarkan dalam pandangan syariat, dan hal tersebut merupakan perbuatan mulia dan ihsan yang Anda tujukan untuk saudara Anda, semoga Allah membalas Anda dengan sesuatu yang lebih baik. Wallahu a’lam